Realisme alami manusia yang lahir tanpa adanya pemerintahan, namun

Realisme merupakan teori yang dominan dalam Hubungan
Internasional. Teori ini muncul tahun 1930an. Ada beberapa pemikir yang
menyumbang teori klasik realism, yaitu Thucydides, Machiavelli, dan Thomas
Hobbes. Dalam teori realism klasik terdapat beberapa ide pokok. Anarki
merupakan sifat kekuatan politik yang dipercayai oleh realism. Mereka tidak
percaya jika ada entitas lebih tinggi daripada negara yang mampu mengatur negara.
Negara harus menyelamatkan dirinya sendiri agar dapat bertahan. Dalam
mempertahankan keberadaannya, negara harus mampu untuk terus meningkatkan power
mereka masing-masing. Power politik dan perang
menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dalam hubungan internasional.
Ketika sebuah negara meningkatkan powernya, negara lain akan melihat itu
sebagai ancaman. Negara yang terancam pun akan berlomba untuk terus
meningkatkan dan menyaingi power negara yan mengancam keberadaannya. Peristiwa
ini menciptakan dilemma keamanan bagi masing-masing negara, karena ketika
sebuah negara meningkatkan keamanannya atau powernya, hal itu dianggap sebagai
ancaman bagi negara lain. Padahal hal tersebut belum tentu ditujukan untuk
memerangi negara lain.

Hobbes berpendapat bahwa hal-hal tersebut sudah menjadi sifat
alami dari sebuah negara. la mengemukakan bahwa manusia pada dasarnya hidup
tanpa hukum atau lingkungan yang tidak kepemerintahan. Sifat anarki yang
diyakini oleh realism tidak berarti bahwa negara hidup dalam ketidak beraturan
atau chaos. Anarki lebih kepada tidak mengaku otoritas yang lebih tinggi
daripada sebuah negara yang berdaulat itu sendiri.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Sebagai perkembangan teori klasik realism, muncul teori
neorealisme yang mana teori in hadir untuk mengkritik teori klasik realism.
Teori neorealisme diprakasai oleh Kenneth Waltz. Waltz mengutarakan bahwa
struktur internal dari sebuah negara tidak memilik dampak yang serius terhadap
hubungan antarnegara. Ketidakpercayaan antarnegara bukan disebabkan oleh sifat
alami manusia yang lahir tanpa adanya pemerintahan, namun itu disebabkan oleh
sistem internasional tersebut yang anarki. Sistem internasional anarki ini
membentuk perilaku negara untuk tidak yang percaya satu sama lain.

Jadi, pada dasarnya dalam teori realism, negara merupakan actor
yang paling dominan dalam hubungan Internasional. Hanya negara yang mampu
berperan dalam hubungan internasional. Sistem Internasional yang anarki
mempercayai bahwa tidak ada kekuatan dominan selain negara itu sendiri. Oleh
karena itu, negara harus hidup di bawa sistem internasional yang anarki dan bertahan
hidup dengan kemampuannya sendiri. Negara bertahan hidup dengan meningkatkan
powernya bagai kepentingan nasionalnya.