Kemiskinan sendiri hal ini ditandai dengan kejatuhan regim Orde

Kemiskinan merupakan salah satu pemasalahan sosial yangpaling banyak mendapat perhatian siseluruh dunia, dimana semakin berkembangnya kemiskinanmaka akan mencerminkan bagaimana tingkat dan kondisi perekomonian suatu bangsa.Disamping itu, kemiskinan juga merupakan salah satu permaslahan ekononi-sosialyang sangat sulit untuk dipecahkan, meskipun berbagai usaha dan upaya yangtelah dilakukan, tapi untuk menurunkan tingkat kemiskinan ini nampaknya jugamenjadi salah satu tugas yang sulit untuk dilakukan. Prosesnya memerlukanproses yang panjang dan secara perlahan.Berdasarkan pendapat (Rusdarti & Sebayang, 2013) adanya krisisekonomi menjadi salah satu penyebab terjadinya kemiskinan tersebut, hinggaakhirnya dapat merusak tatanan ekonomi masyarakat yang telah terbangun sebagaihasil dari pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah, bahkan krisisekonomi juga dapat mempengaruhi program-program pembangunan. Disamping itu,kondisi krisis telah menjadikan sebagian besar masyarakat tidak dapat lagimenikmati fasilitas-fasilitas mendasar yang seharusny dapat dinikmati olehsemua orang, seperti fasilitas pendidikan, sarana dan prasarana transportasidan lain sebagainya.

Salah satu yang menjadi penyebabnya adalah saat terjadinyaKrisis Moneter di akhir tahun 1990an, dimana saat itu, tidak lama setelah WorldBank mempublikasikan laporannya, krisis ekonomi kemudian melanda Indonesia padapertengahan tahun 1997. Erutan Agas Punuanto (2007) menyatakan bahwa krisis inipada awalnya hanya merupakan persoalan nilai tukar mata uang rupiah terhadapmata uang dolar Amerika Serikat atau Krisis Moneter (krismon) saja yang dipicu olehkejatuhan mata uang Thailand, Bath. Tapi tanpa diduga, krismon menjadi sulitdikendalikan yang akhirnya memicu munculnya krisis politik, di dinonesiasendiri hal ini ditandai dengan kejatuhan regim Orde Baru. Krisis yang semakintidak terkendali ini pada ahkirnya mempengaruhi berbagai bidang kehidupan,tidak hanya di Indonesia, melainkan diseluruh dunia. Secara singkat krismonkemudian berubah menjadi krisis total (kristal) yang mencakup semua aspekkehidupan masyarakat. Di Indonesia sendiri, terjadinya krisis tersebutmenyebabkannya benar-benar jatuh dalam titik nadir; dari negara yang memilikiprestasi di bidang pembangunan menjadi Negara yang membutuhkan keajaiban untukdapat keluar dari krisis.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Dampak adanya krisis moneter pada pertengahan tahun 1997tersebut masih bisa dirasakan hingga sampai saat ini, salah satu yang palingmenonjol adalah kemiskinan, bahkan dari tahun ke tahun peningkatan kemiskinanmenjadi permasalahan yang tidak dapat dihindari. Berdasarkan pendapat Rusdarti &Sebayang (2013) secara lokal maupun nasional, kemiskinan mempunyai empatdimensi pokok, yaitu kurangnya kesempatan (lack of opportunity),rendahnya kemampuan (low of capabilities), kurangnya jaminan (low-levelof security), dan ketidakberdayaan (low of capacity or empowerment).Keempat dimensi ini memang tidak dapat dipungkiri menjadi penyebab terjadinya kemiskinandi Indonesia.

Berdasarkan berbagai faktor tersebut,saat ini pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkantingkat kemiskinan yang tengah terjadi di Indonesia sejak lama. Beberapa upayayang dilakukan pemerintah adalah reformasi agraria dan distribusi lahan,penetapan satu harga BBM, penerapan program keluarga harapan, pemberian kartusakti, dan pembangunan satu juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah,dan masih banyak lagi (CNN Indonesia, 2017). Dengan adanya berbagai upaya daripihak pemerintah ini, maka yang menjadi harapan besar adalah dapat menurunkantingkat kemiskian yang terjadi di Indonesia di masa depan. Oleh sebab itulahdalam makalah ini akan di sampaikan mengenai bangaimana perkembangan jumlahpenduduk miskin di Indonesia.Rumusan Masalah            Berdasarkanlatar belakang yang telah diungkapkan, maka dalam essay ini dapat dirumuskanpermasalahan yaitu: bagaimana perkembangan jumlah penduduk miskin di Indonesia saat ini?KonsepJenis dan Faktor Penyebab Kemiskinan DiIndonesiaKemiskinan dapat dibedakan menjadi beberapa kategori,berdasarkan pendapat Sunaryo Urip (2008), jenis kemiskinan ada dua, jikadibedakan berdasarkan sifatnya, dimana kondisi kedua kemiskinan tersebut sangat berbeda,sehingga menyebabkan untuk upaya penanggulangannya juga berbeda yaitu:1.    Kemiskinan sementara (transient poverty) Penduduk yang tercakup dalam kemiskinansementara adalah mereka yang pengeluaran konsumsinya sedikit berada di bawahgaris kemiskinan. Pada umumnya, penduduk menjadi miskin sementara (transientpoor) disebabkan oleh memburuknya keadaan perekonomian, sehingga pendapatanorang tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan minimum.

Penduduk miskinsementara akan segera keluar dari kemiskinan apabila kondisi perekonomianmembaik, karena mereka mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan kondisi tersebut.2.    Kemiskinan kronis (chronic poverty).

Penduduk miskin kronis adalah merekayang pengeluaran konsumsinya berada jauh dari garis kemiskinan. Mereka padaumumnya tidak mempunyai akses yang cukup terhadap sumberdaya ekonomi. Dengandemikian, membaiknya kondisi perekonomian tidak banyak berpengaruh terhadapmereka. Untuk menanggulangi kemiskinan kronis diperlukan kebijakan strukturalyang bertujuan memberikan akses yang lebih besar kepada sumber ekonomi,terutama melalui peningkatan kualitas penduduk miskin.Berdasarkan kedua jenis keniskinan yang telah disebutkantersebut, aka dapat dilihat bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhiterjadinya kemiskinan di Indonesia. Beberapa diantaranya  yang sering muncul dimasyarakat berdasarkanpendapat Kuntjoro (2003) yaitu: 1.    Secara makro, kemiskinan muncul karena adanya ketidaksamaan polakepemilikan sumber daya yang menimbulkan distribusi pendapatan timpang,penduduk miskin hanya memiliki sumber daya dalam jumlah yang terbatas dankualitasnya rendah. 2.

    Kemiskinan muncul akibat perbedaan kualitas sumber daya manusia karenakualitas sumber daya manusia yang rendah berarti produktivitas juga rendah,upahnya pun juga rendah. 3.    Kemiskinan muncul sebab perbedaan akses dan modal.

Akibat keterbatasan danketertiadaan akses manusia mempunyai keterbatasan (bahkan tidak ada) pilihanuntuk mengembangkan hidupnya, kecuali menjalankan apa terpaksa saat ini yangdapat dilakukan (bukan apa yang seharusnya dilakukan). Dengan demikian manusiamempunyai keterbatasan dalam melakukan pilihan, akibatnya potensi manusia untukmengembangkan hidupnya menjadi terhambat. Tingkat Kemiskinan dan PerkembanganJumlah Penduduk Miskin Di IndonesiaPencatatan tingkat kemiskinan untukpenduduk Indonesia tidak terlepas dari peran Badan Pusat Statistik (BPS). Badan Pusat Statistik merupakan LembagaPemerintah Non Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.Sebelumnya, BPS merupakan Biro Pusat Statistik, yang dibentuk berdasarkan UUNomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan UU Nomer 7 Tahun 1960 tentang Statistik.Sebagai pengganti kedua UU tersebut ditetapkan UU Nomor 16 Tahun 1997 tentangStatistik.

Berdasarkan UU ini yang ditindaklanjuti dengan peraturan perundangandibawahnya, secara formal nama Biro Pusat Statistik diganti menjadi Badan PusatStatistik. Berkaiatn dengan pembentukan BPS ini, mereka memiliki tugas yangsangat penting, beberapa diantaranya yaitu: Menyediakan kebutuhan data bagi pemerintah dan masyarakat. Data ini didapatkan dari sensus atau survei yang dilakukan sendiri dan juga dari departemen atau lembaga pemerintahan lainnya sebagai data sekunder Membantu kegiatan statistik di departemen, lembaga pemerintah atau institusi lainnya, dalam membangun sistem perstatistikan nasional. Mengembangkan dan mempromosikan standar teknik dan metodologi statistik, dan menyediakan pelayanan pada bidang pendidikan dan pelatihan statistik. Membangun kerjasama dengan institusi internasional dan negara lain untuk kepentingan perkembangan statistik Indonesia (BPS, 2018). Tingkat kemiskinan di Indonesia saat ini masih dapat dikatan tinggi, halini terbukti dari berbagai data yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik(BPS). Meskipun telah banyak dilakukan berbagai upaya untuk menurunkan tingkatkemiskinan di Indonesia, namun belum terlalu banyak membuahkan hasil yangdiinginkan.

Tapi tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini kondisi kemiskinan di Indonesiamulai membaik sebagaimana data yang dipersembanhakn oleh pihak BPS, yang mulaimenurun sejak beberapa tahun terakhir. Untuk pendataan tingkat kemiskinan penduduk di Indonesia sendiri telahdimuali sejak lama, yaitu sejak tahun 1976. Selama perkembangannya, sistem pencatatan inidilakukan dengan cara dua standar kemiskinan yang berdeda, dimana dinamakansebagai sistem pendaataan dengan standar baru dan lama.

Sistem pendataan baruini mulai digunakan sejak Desember 1998 dengan mengunakan standar kemiskinanbaru yang merupakan penyempurnaan standar lama (BPS, 2018).Selama perkembannnya, tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami banyakperubahan, dimana jumlah penduduk miskin di Indonesia padaperiode 1976-2007 cenderung berfluktuasi dari tahun ke tahun, baik tingkatkemiskinan di kota maupun desa. Semenatra itu untuk sepuluh tahun teakhir, di Indonesiajuga mengalami fluktuasi jumlah penduduk miskin, meskipun tidak terlaluterlihat seperti sebelum tahun 2007. Salah satu penyebabnya kemungkinan dikarenakansistem penetapan standar penduduk miskin yang berbeda dari yang sebelumnya. Tingkat dan jumlahkemiskinan di Indonesia sejak Tahun 2007-2017, dapat dilihat seperti yang ditunjukkanpada diagram dibawah ini: Gambar 1. Jumlah Penduduk Miskin diIndonesia tahun 2007-2017, (BPS, 2018) Jika dilihat dari diangran diatas, sistem pendataan jumlahpenduduk miskin di Indonesia juga sedikit berbeda sejak tahun 2011.

Jikasebelumnya dilakukan setiap tahun, mulai tahun 2011, BPS memilih untuk mensuveitingkat kemiskinan setiap enam bulan, yang dilakukan setiap bulan Maret dan Septembersetiap tahunnya. Berdasarkan data yang ditunjukkan pada diagramdiatas, fluktuasi yang terjadi dimulai pada tahun 2013 semester keduapencatatan pada bulan September, dimana pada pendataan bulan Maret 2013tercacat jumlah penduduk miskin ada sekitar 28,07 juta orang menjadi 28,55 dibulan September dengan peningkatan sekitar 0,48 juta orang penduduk miskin.Kemudian pada tahun selanjutnya jumlah penduduk miskin kembali mengalami penurunanpada tahun 2014 pada kedua semester pendataan, yaitu 28,28 (Maret 2014) dan27,59 (September2014), sebelum akhirnya mengalami kenaikan lagi pada Maret 2015 dengan angka28,59. Setelah itu, kenaikan jumlah penduduk miskin kembali terjadi pada tahun2017 pada sementer pertama bulan Maret dengan Jumlah 27,77 setelah sebelumnyaberada pada tingkat 27,76 (September 2016), yang kemudian kembali menurun padaakhir tahun 2017 menjadi 26,58, dengan angka penuruan yang cukup tinggi, yaitu1,19 jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Berdasarkan datapenurunan jumlah penduduk miskin di Indonesia ini sebanding dengan penururanjumlah penduduk miskin di kota dan desa, sehingga hal ini menjadi salah satutanda bagi pemerintah bahwa usaha-usaha yang dilakukan dapat membuahkan hasilyang baik untuk masa depan Indonesia, terutama dalam hal menurunkan angkakemiskinan. Selain itu, jika melihat diagram secara keseluruhan, dapatdilihat bahwa saat ini, terutama sejak 10 tahun teakhir, perkembangan jumlahpenduduk miskin di Indonesia secara garis besar mengalami penuruan. Hal inidapat dilihat bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia sejak 10 tahun terakhiryang paling tinggi tercatat pada tahun 2007, dengan angka 13,56 untuk jumlahpenduduk miskin di perkotaan dan angka 23,61 di pedesaan, dengan total 37,17diseluruh Indonesia.

Jumlah ini kemudian menurun secara perlahan dari tahun ketahun. Berdasarkan beberapamedia pemberitaan, penuruan tingkat kemiskinan di Indonesia ini termasukkedalam kategori penurunan tingkat kemiskianan terendah yang pernah dialamioleh Indonesia. hal ini dapat dilihat bahwa sejak tahun 2016 tingkat kemiskinandi Indonesia terus mengalami penurunan setiap tahun. Di tahun 2016, tingkatkemiskinan Indonesia menurun dari 10,70% dan menjadi 10,12 persen di 2017.Seiring dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia mulai menyusun rencara untuk menargetkantingkat kemiskinan akan menurun di antara 9,5 sampai 10,0 persen pada RencanaKerja Pemerintah (RKP) di 2018 (Merdeka, 2018).

Perkembangan jumlah penduduk miskin di Indonesia yang semakinmenurun tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan oleh pihak pemerintahuntuk menekan tingkat kemiskinan meningkat. Beberapa upaya yang telah dilakukanoleh pemerintah diantaranya yaitu reformasi agraria dan distribusi lahan,penetapan satu harga BBM, penerapan program keluarga harapan, pemberian kartusakti, dan pembangunan satu juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah,dan masih banyak lagi (CNN Indonesia, 2017). Selain itu, penurunan tingkatkemiskinan juga merupakan bagian dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan BelanjaNegara (RAPBN) 2016 dengan target 9-10 persen atau turun dari target 10,3persen di APBN-P 2015. Untuk menekan jumlah orang miskin di Indonesia,pemerintah menyiapkan juga sejumlah strategi. Berkaitan dengan hal tersebut Deputi Bidang Kemiskinan, Ketenagakerjaan dan UKM Bappenas juga telahmemasukkan target pembangunan atau indikator kesejahteraan dalam RAPBN 2016,meliputi tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran dan rasio ketimpangan pendapatan (gini ratio),(Liputan 6, 2015). Berdasarkan upaya-upaya tersebut dapat dilihat bahwa padathaun 2016 hingga tahun 2017 angka kemiskinan semakin merurun. Selain itu,dikeluarkannya Program KeluargaHarapan (PKH) dan BerasSejahtera (Rastra) yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosialjuga diakui BPS menjadi langkah yang efektif untuk menurunkan angka kemiskinandan ketimpangan pengeluaran antar penduduk (gini rasio), (Tribunsnews, 2018).Program yang sebelumnya diragukan ini justru dapat membantu menurunkan tingkatkemiskinan, hal ini dapat dlihat dalam diagram (Gambar 1).

Selain itu, untuk program penekanan tingkat kemiskinan danpenurunan jumlah penduduk miskin pemerintah Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla(2014-2019) juga menargetkan penururan 9,5-10 persen setelah keberhasilan dipenenurunan tingkat kemiskinan di tahun 2017. Beberapa upaya yang dilakukan olehpemerintah untuk menjaga prestasi tersebut beberapa diantaranya yaitu:meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga kesempatan kerja semakin besar,menjaga ekonomi tetap produktif, mengembangkan UMKM, menjamin perlindungansosial bagi masyarakat yang sangat miskin, dan memberikan pelayanan dasar(Merdeka, 2018).Sementara itu, terdapat beberapa faktor yang menyebabkanpenurunan angka kemiskinan di Indonesia pada tahun 2017, diantaranya yaitu angkainflasi sebesar 1,45 pada periode 2017 yang turut menyumbang penurunan angkakemiskinan. Di samping itu, upah nominal buruh tani yang naik 1,5 persen,  upah riil buruh tani naik 1,05 persen, upahnominal buruh bangunan naik 0,78 persen, dan upah riil buruh bangunan turun0,66 persen juga turut memberi kontribusi pada penururnan jumlah pendudukmiskin di Indonesia (Jawa Pos, 2018). Dengan terjaganya inflasi dan kenaikanupah nominal buruh inilah, Indonesia memiliki titik terang untuk telepas darilubang kemiskianan di masa depan.       Meskipun demikian, usaha pemerintah Indonesia untuk menurunkanjumlah penduduk miskin masih harus menemui berbagai tantangan.

Pasalnya,meskipun tahun pada tahun 2017, angka penuruan kemiskinan meningkat, tapi jikadilihat dari diagram dapat dilihat bahwa penururan jumlah peduduk miskin masihdikatakan lambat, meskipun telah menghabiskan dana hingga mencapai puluhantriliun. Berdasarkan data BPS yang ditunjukkan dalam diagram, kemiskinan pada2010 tercatat 13,33% atau 31.02 juta jiwa, kemudian pada September 2011tercatat 12,36% atau 30,01 juta jiwa. Memasuki September 2013 tercatat 11,46%atau 28,6 juta jiwa. Pada September 2014, 10,96% atau 27,73 juta jiwa(detikFinance, 2018). Meskipun demikian hal ini patut untuk diapresiasi karenadengan usaha yang telah dilakukan telah membuahkan hasil. Jadi yang masihmenjadi PR untuk Indonesia adalah bagaimana Indonesia bisa mengembangkan danmempertahankan prestasi ini kedepannya. KesimpulanBerdasarkan uraian yang telahdijelaskan, maka dapat disimpulkan bahwa Indonesia merupakan salah satu Negarayang memiliki tingkat kemiskinan tinggi diantara Negara-negara lain, tertamasejak terjadinya Krisis Monerer yang terjadi pada tahun 1997.

Krisis tersebutselain mempengaruhi keuangan dunia, pada akhirnya juga mempengaruhi sebagianbesar aspek kehidupan, termasuk di Indonesia, kemiskinan menjadi salah satutanda dampak terjadinya krisis moneter tersebut. Meskipun demikian, sejakterjadinya krisis tersebut, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai usahauntuk melepaskan diri dari lubang kemiskinan yang semakin memperburukpertumbuhan perekonomian di Indonesia, yang meskipun melalui proses yangpanjang dan berjalan sangat lambat, perkembangan jumlah penduduk miskin di Indonesiasemakin lama-semakin menurun, terutama sejak 10 tahun terakhir. Penurunanjumlah penduduk miskin di Indonesia ini tentunya tidak terlepas dari usahakeras pemerintah Indonesia dan usaha para penduduknya untuk bisa terlepas darijeratan kemisnkinan.Daftar pustakaBPS (BadanPusat Statistik).

2018. Jumlah PendudukMiskin Menurut Provinsi, 2007-2017. Retrieved January 23, 2018 from BPS(Online): https://www.bps.go.id/dynamictable/2016/01/18/1119/jumlah-penduduk-miskin-menurut-provinsi-2007-2017.

html BPS. 2018.Tentang BPS: Informasi Umum.Retrieved January 23, 2018 from BPS (Online):  https://www.bps.go.id/menu/1/sejarah.html ChristieStefanie.

2017. Kemiskinan Naik, Jokowi Minta BPS dan Menko Sinkronisasi. Retrieved January 23, 2018 from CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.

com/ekonomi/20170724115859-78-229892/kemiskinan-naik-jokowi-minta-bps-dan-menko-sinkronisasiErutanAgas Punuanto. 2007. Mengkaji PotensiUsaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk Pembuatan Kebiiakan Anti Kemiskinan diIndonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Volume 10, Nomor 3, Maret2007 (295-324) ISSN 1,410-4946Hendra Gunawan. 2018.

Penduduk Miskin Turun 1,19 Juta, BPS Akui PKH dan Rastra BerdampakSignifikan.Retrieved January 23, 2018 from Tribunnews:http://www.tribunnews.com/nasional/2018/01/03/penduduk-miskin-turun-119-juta-bps-akui-pkh-dan-rastra-berdampak-signifikan Kuntjoro,Mudrajad. 2003. Ekonomi pembangunan, Teori, Masalah, dan Kebijakan.

Edisi Ketiga. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.Rusdarti & Lesta KarolinaSebayang. 2013. Faktor-FaktorYang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan Di Provinsi Jawa Tengah. JurnalEconomia, Volume 9, Nomor 1, April 2013SaugiRiyandi.

2018. BPS Catat Angka KemiskinanTahun 2017 Turun 1,19 Juta Orang. Retrieved January 23, 2018 from Jawa Pos:https://www.jawapos.com/read/2018/01/02/178777/bps-catat-angka-kemiskinan-tahun-2017-turun-119-juta-orang Siti Nur Azzura. 2018.

Fakta di balik persentase kemiskinan RIterendah dalam sejarah. Retrieved January 23, 2018 from Merdeka:https://www.merdeka.com/uang/fakta-di-balik-persentase-kemiskinan-ri-terendah-dalam-sejarah.html SunaryoUrip.

2008. Perkembangan Jumlah Penduduk Miskin dan Faktor Penyebabnya. BadanPusat