KATA membuat suatu program untuk membantu masalah negara yaitu

KATA
PENGANTAR

 

Puji
serta syukur kepada Allah SWT karena atas Rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

            Makalah ini saya buat untuk memenuhi
nilai mata kuliah TPB. Materi makalah saya adalah mengenai “Kesetaraan Gender”
yang merupakan tujuan dari SDG’s yang ke 5. Pelajaran yang saya gunakan adalah
materi yang saya dapat dalam TPB. Saya harap dengan pengetahuan yang saya
peroleh dalam TPB yang lalu saya pakai dalam makalah ini dapat memberikan
manfaat bagi orang lain.

            Makalah ini saya akui masih memiliki
kekurangan tetapi saya harap dengan makalah ini dapat bermanfaat dengan baik.
Bila ada kesalahan dalam hal tulisan atau kata-kata di dalam makalah ini saya
mohon maaf yang sebesar-besarnya.

 

 

Bandung,
Januari 2017

 

 

Penyusun

Amira Zahra

 

 

DAFTAR
ISI

Kata
Pengantar …………………………………………………………………………………………………1

Daftar
Isi………………………………………………………………………………………………………….2

BAB
I Pendahuluan ………………………………………………………………………………………….3

A.    Latar
Belakang………………………………………………………………………………………..3

B.     Rumusan
Masalah …………………………………………………………………………………..3

C.     Tujuan
…………………………………………………………………………………………………..3

BAB
II Pembahasan ………………………………………………………………………………………….4

A.    Pengertian
……………………………………………………………………………………………..4

B.     Permasalahan
…………………………………………………………………………………………5

C.     Kesetaraan
Gender Dilihat dari Sudut Pandang Agama…………………………………6

BAB
III Penutup ……………………………………………………………………………………………..7

Kesimpulan
dan Saran ……………………………………………………………………………………….7

Daftar Pustaka
……………………………………………………………………………………………………8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB
I

PENDAHULUAN

 

A.   
Latar Belakang

Manusia diciptakan menjadi dua yaitu laki-laki dan
perempuan. Walaupun diciptakan berbeda, laki-laki dan perempuan diciptakan
untuk saling membutuhkan, berdampingan dan berpasangan di dunia. Perempuan dan
laki-laki  diciptakan sama derajatnya
oleh Allah SWT. Namun beberapa hal pada kenyataan nya tidak sesuai dengan
seharusnya.

Karena hal inilah, pemerintah membuat suatu program
untuk membantu masalah negara yaitu program SDG’s. Program ini diharapkan dapat
menangani masalah-masalah negara yang sudah digolongkan menjadi 17 masalah yang
menjadi tujuan dari program SDG’s ini. Kesetaraan gender termasuk kedalam
tujuan SDG’s ke 5 yang diharapkan tidak terjadi kembali di Indonesia.

 

B.    
Rumusan Masalah

1.      Apa
tujuan dari program SDG’s yang ke 5?

2.      Apa
saja yang menjadi penyebab ketidaksetaraan gender?

3.      Bagaimana
cara mengurangi masalah ini?

 

C.    
Tujuan

Tujuan
dari makalah ini yaitu untuk memberikan informasi yang lebih dalam mengenai
masalah kesetaraan gender dan juga untuk memenuhi nilai mata kuliah TPB saya.

           

 

 

 

 

 

BAB
II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian

Banyak orang yang masih memiliki
kesalahan presepsi mengenai gender. Gender bukanlah jenis kelamin (seks).
Gender merupakan keyakinan masyarakat bagaimana seorang laki-laki dan perempuan
seharusnya berperan sesuai dengan ketentuan sosial. Kesetaraan gender berarti
menyetarakan kedudukan setiap gender laki-laki dan perempuan dimanapun,
kapanpun dan dalam keadaan apapun. Dalam hal ini menyakut suatu kelompok gender
tetapi berdampak pada salah satu individu.

Kesetaraan gender dapat juga diartikan
persamaan kekedudukan bagi laki-laki maupun perempuan untuk memperoleh
kesempatan dan hak nya sebagai manusia. Permasalahan ini terjadi bukan hanya di
Indonesia tetapi di negara lain juga. Dengan ketidakadaannya kesetaraan gender,
beberapa orang tidak bisa mendapatkan hak nya dan bekerja sesuai dengan
keterampilan nya.

Menurut saya, kesetaraan gender dapat
terjadi bermula dari pemahaman seseorang dari sebuah kebiasaan yang dijadikan
sebagai hal mutlak tetapi sebenarnya tidak. Salah satu contoh nya yaitu
pekerjaan seorang supir angkutan kota atau yang kita sering sebut angkot. Pada
umumnya tidak hanya supir angkot melainkan supir angkutan yang lain adalah
seorang laki-laki. Seiring berjalan nya waktu, masyarakat jadi berpikiran bahwa
pekerjaan seorang supir adalah pekerjaan laki-laki, namun anggapan tersebut sebenarnya
salah. Seorang perempuan pun dapat bekerja sebagai supir. Syarat utamanya
hanyalah keahlian seseorang tersebut dalam mengendarai kendaraan. Dalam hal ini
kesetaraan gender dapat diartikan dengan tidak adanya diskriminasi dalam hal
akses, berpartisipasi, kontrol atas pembangunan dan memperoleh manfaat yang
setara dan adil dari pembangunan suatu bangsa.

Kesetaraan gender gender tidak bisa kita
anggap sepele. Dengan ketiadaan sikap peduli kita terhadap dampak ketidaksetaraan
gender dapat berpengaruh pada kelangsungan hidup orang lain.

 

B.     Permasalahan

Tanpa kita sadari, banyak hal yang
dilakukan masyarakat yang termasuk kedalam perilaku yang menunjukan
ketidaksetaraan gender. Beberapa perilaku ini dapat terjadi di lingkungan
manapun. Salah satu contoh nya yaitu peminggiran terhadap kaum perempuan
terjadi secara multidimensional yang disebabkan oleh banyak hal bisa berupa
kebijakan pemerintah, tafsiran agama, keyakinan, tradisi dan kebiasaan, atau
pengetahuan (Mansour Faqih, Analisis Gender dan Transformasi Sosial, (Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2007)). Salah satu bentuk paling nyata dari marginalisasi ini
adalah lemahnya peluang perempuan terhadap sumber-sumber ekonomi. Proses
tersebut mengakibatkan perempuan menjadi kelompok miskin karena peminggiran
terjadi secara sistematis dalam masyarakat. (TipsSerbaSerbi, 2016)

Dikutip dari www.puskapol.ui.ac.id,
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengeluarkan Peraturan KPU Nomor 7 tahun 2013
untuk mengatur proses pencalonan anggota DPR RI. Salah satu isu penting dan
(kembali) diperdebatkan adalah perihal pencalonan 30% perempuan sebagai anggota
DPR dan DPRD. Komisi 2 DPR RI meminta agar KPU merevisi ketentuan terkait
pemenuhan jumlah 30% caleg perempuan dalam Daftar Calon di setiap daerah
pemilihan DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Salah satu alasan
anggota Komisi 2 DPR RI adalah KPU tidak melihat kondisi sosiologis kultural
masyarakat yang menjadi kendala perempuan dalam berpolitik.

Dari masalah diatas, dapat kita ketahui
bahwa negara Indonesia masih lemah akan kesetaraan gender. Hal ini sangat
disayangkan untuk negara kita. Bahkan salah satu pahlawan kita yaitu R.A.
Kartini pada masanya berupaya keras untuk memperjuangkan hak-hak wanita, dimana
wanita harus disamakan kedudukan nya dengan laki-laki.

 

C.     Kesetaraan
Gender Dilihat dari Sudut Pandang Agama

Al-Quran diturunkan untuk dijadikan
sebagai pedoman bagi umat manusia. Dalam Al-Quran sudah dijelaskan apa-apa saja
yang berhubungan dengan kehidupan. Hal yang berkaitan dengan kesetaraan gender
pun sudah dijelaskan dalam Al-Quran.

Pada ayat pertama surat An-Nisa
dijelaskan bahwa Allah SWT telah menyamaratakan kedudukan laki-laki dan
perempuan sebagai hamba dan mahkluk Allah SWT. Laki-laki dan perempuan tercipta
dari jiwa yang satu (nafsun wahidah),
yang berarti tidak ada perbedaan antara keduanya. Yang dimaksudkan dalam
Al-Quran bukan berarti antara laki-laki dan perempuan harus sama dalam segala
hal. Allah SWT telah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan bentuk yang
berbeda.

Lalu pada Al-Qur’an surat At-Taubah ayat
71, Allah berfirman:

“Dan
orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka   menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.
Mereka menyuruh  yang ma’ruf, mencegah
dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at pada
Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Menurut ayat diatas dijelakskan kembali
bahwa Islam tidak membedakan sedikit pun satu sama lain untuk mereka
mendapatkan hak maupun dalam menjalankan kewajiban, bahkan kaum perempuan
diciptakan menjadi pendamping / partner laki-laki dalam beramar ma’ruf nahi mungkar. Beramar
ma’ruf nahi mungkar memiliki cakupan pekerjaan atau aktifitas yang sangat
luas, bukan hanya berdakwah menyampaikan ajaran agama, melainkan juga menegakan
kebenaran dengan berbagai cara, baik dengan lisan maupun dengan tangan atau
kebijakan. Dengan kata lain Islam memberikan ruang gerak yang sangat luas bagi
perempuan untuk ikut serta membangun masyarakat menuju kehidupan yang lebih
baik.

Dalam Al-Quran sudah dijelaskan dengan
baik mengenai kesetaraan gender. Hanya saja perilaku kita sekarang ini belum
sesuai dengan yang seharusnya. Jika kita mengikuti ajaran agama dengan benar
dan mengamalkan nya maka suatu saat nanti kesetaraan gender akan dapat terwujud
dengan baik.

 

BAB
III

PENUTUP

 

Kesimpulan dan Saran

Kesetaraan gender dapat diartikan dengan
persamaan kekedudukan bagi laki-laki maupun perempuan untuk memperoleh
kesempatan dan hak nya sebagai manusia. Gender dengan seks memiliki arti yang
berbeda. Di negara kita yaitu Indonesia telah terjadi beberapa masalah yang
bertolak belakang dengan kesertaraan gender. Salah satu masalah yang terjadi
yaitu lemahnya peluang perempuan terhadap sumber-sumber ekonomi yang berdampak
pada perekonomian mereka.

Dengan terebentuknya program SDG’s ini
diharapkan dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk menghilangkan masalah
ini. Ada cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah ketidaksetaraan
gender. Kita dapat melakukan beberapa hal mulai dari lingkungan kita sendiri, contohnya
mulai menganggap kedudukan perempuan dan laki-laki itu sama, tidak menitik
beratkan pada salah satu pihak. Apabila kita lihat dari mata pencaharian,
seorang perempuan diperbolehkan untuk bekerja pada suatu pekerjaan yang pada
umumnya laki-laki lakukan. Asalkan perempuan tersebut mampu, maka ia
diperbolehkan untuk melakukannya. Mulailah bertindak adil pada sesama antara
laki-laki maupun perempuan. Kita dapat melakukan nya mulai dari yang terkecil
dahulu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

·        
Echy R. (2012) Permasalahan Gender di
Indonesia. Diakses pada 3 Juni 2012 dari https://www.kompasiana.com/echyrosalia/permasalahan-gender-di-indonesia_5510da6ba333110237ba8f47

·        
Finky Ariandi & Audita Widya
Pinasthika (2017). Diakses pada 8 Maret 2017 dari

https://www.majalahopini.com/2017/03/08/masalah-kesetaraan-gender-yang-masih-belum-menuai-hasil/

·        
https://tipsserbaserbi.blogspot.co.id/2016/10/pengertian-gender-kesetaraan-gender-dan-istilah-terkait.html

·        
Kesetaraan Gender dalam Pandangan Islam.
Diakses pada 4 April 2014 dari http://wardahcheche.blogspot.co.id/2014/04/kesetaraan-gender-dalam-pandangan-islam.html

·        
Herawati M. (2015) Memahami Kesetaraan
Gender dalam Islam. Diakses pada 23 April 2015 dari http://www.ummi-online.com/memahami-kesetaraan-gender-dalam-islam.html