Indonesia yang wajib untuk kita lestarikan sebagai identitas negara.

Indonesia memiliki
bermacam-macam suku dan agama yang memiliki ciri khasnya masing-masing.
Termasuk dalam melakukan upacara-upacara tertentu, Indonesia adalah negara yang
hampir setiap adatnya memiliki ritual-ritual tapi tetap mengikuti nilai-nilai
keagamaan. Hal-hal seperti inilah yang wajib untuk kita lestarikan sebagai identitas
negara. karena jika bukan dari kita generasi bangsa, siapa lagi yang dapat
melestarikan ciri khas dan keunikan negara kita ini.

Suku Banjar adalah
salah satunya, bagi mereka Islam adalah identitas yang tidak dapat dipisahkan
dengan suku Banjar, mereka lebih banyak mengadakan upacara-upacara keagamaan
seperti upacara kelahiran ,pernikahan, dan kematian. Kegiatan yang bersifat
ritual keagamaan ini selain untuk meminta perlindungan  dan mengungkapkan rasa syukur kepada Allah
SWT juga bertujuan untuk meningkatkan solidaritas antar sesama masyarakat dan
keluarga. Kelahiran bayi di masyarakat Banjar merupakan hal yang suci yang
biasa disambut dengan mengadakan upacara khusus yang prosesinya berhubungan
dengan kehidupan dan penuh akan nilai-nilai religi.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Saat kelahiran bayi masyarakat Banjar
melakukan upacara pemberian nama yang biasa disebut manarangi. setelah Islam masuk kedalam kehidupan masyarakat Banjar
proses mangarani berkembang secara
resmi menjadi sebuah upacara yang disebut batasmiah.
Pengaruh besar Islam dalam Masyarakat Banjar membuat proses upacara ini
sering disatukan dengan acara aqiqah
yaitu dengan memotong kambing dan disedekahkan kepada para fakir miskin dan
kerabat dekat, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karna telah
dikaruniai anak.

Upacara ini sangat penuh dengan
nilai-nilai keagamaan, upacara ini tentu banyak memiliki nilai-nilai pendidikan
islam,baik itu keimanan, nilai ibadah, dan akhlak-akhlak dan sudah ada sejak
turun-temurun oleh nenek moyang yang sudah menjadi kebudayaan bagi masyarakat
Banjar, di antaranya adalah :

1.    
Mandi Badudus : Badudus sendiri dalam Bahasa banjar berarti
mandi untuk wanita yang telah memasuki masa kehamilan 7 bulan. Tradisi ini
hanya dilakukan pada masa kehamilan ganjil bagi pasutri (pasangan suami istri) ritual
ini dimaksudkan untuk meminta agar selalu diberi keselamatan baik itu untuk ibu
yang akan melahirkan maupun bayi yang akan dilahirkan. Nilai keislaman yang terdapat dalam
dalam mandi banunus ini adalah air yang dipakai untuk mandi yang diberikan oleh
bidan adalah air yang sudah dibacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan juga
dibacakan surah Yassin.

2.    
Kelahiran Anak : saat kelahiran anak orang tua mengazani anak
saat kelahiran, mengazani anak laki-laki atau mengiqamahkan bagi anak perempuan
yang baru lahir di telinga kanan dan kiri diharapkan hal itu diharapkan kelak sang
anak menjadi orang yang giat beribadah, terutama ibadah salat. Seperti yang
dipahami dalam azan terdapat seruan untuk melaksanakan sholat. Setelah itu
sebelum bayi disusukan oleh ibu, sang ibu mentaknik terlebih dahulu. Biasanya
menggunakan kurma,kalau tidak ada bisa diganti madu dan gula merah mentahnik
bayi merupakan sebuah syariah yang mampu menanamkan dan menguatkan akidah sang
bayi, agar terbangun rasa kasih sayang yang tulus antara orangtua dan anak.

Tasmiyah dan Aqiqah : 
dalam proses tasmiyah dan aqiqah
ini terdapat nilai-nilai
pendidikan islam didalamnya awal dari upacara batasmiyah yang biasa dilakukan adalah dibacakannya ayat-ayat suci Alquran, yang
didengarkan untuk sang bayi, kedua orang tua dan para jamaah yang hadir. agar
sejak kecil sang bayi sudah mengenali Alquran yang merupakan pedoman bagi umat