Di pergi bekerja ke Eropa, terutama Belanda; kedua, antara

Di era globalisasi seperti saat ini tuntutan akankebutuhan semakin tinggi.

Melihat kondisi sekarang, dimana untuk memenuhikebutuhannya seseorang tersebut dituntut untuk bekerja agar mendapatkan apayang mereka butuhkan. Namun keadaan saat ini berbalik, dimana masih banyakorang yang tidak memiliki pekerjaan, karena terbatasnya lapangan pekerjaan.Problematika pengangguran ini banyak terjadi di hampir seluruh negara, salahsatunya Indonesia. Di Indonesia, supplytenaga kerja setiap tahunnya mencapai 2.8 juta tenaga kerja, sedangkanpenyerapannya hanya 1.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

5 juta lapangan pekerjaan.1Banyaknya jumlah tenaga kerja, tingginya tingkatpengangguran berbanding terbalik dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yangsedikit di Indonesia menjadi alasan mengapa warga negara Indonesia memilihuntuk menjadi tenaga kerja di negara lain. Hal tersebut juga menjadi faktorpendukung meningkatnya animo masyarakat untuk bekerja di luar negeri. Selainfaktor tersebut masih ada beberapa faktor pendorong seseorang menjadi tenagakerja Indonesia yaitu keadaan ekonomi yang kurang, adanya tekanan dari luarseperti tekanan agama, budaya serta tekanan politik.Penempatantenaga kerja Indonesia ke luar negeri adalah suatu program nasional yangbertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya denganmemanfaatkan pasar tenaga kerja internasional. Penempatan tenaga kerjaIndonesia di luar negeri juga merupakan upaya untuk mewujudkan hak dankesempatan yang sama bagi tenaga kerja untuk memperoleh pekerjaan danpenghasilan yang layak, yang pelaksanaannya dilakukan dengan tetapmemperhatikan harkat, martabat, hak asasi manusia dan perlindungan hukum sertapemerataan kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengankebutuhan nasional. Penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri dilakukansecara terpadu antara instasi pemerintah baik pusat serta daerah dan peranserta masyarakat dalam suatu sistem hukum guna melindungi tenaga kerjaIndonesia yang ditempatkan di luar negeri.2Negara-negaratujuan pekerja migran Indonesia secara historis dapat diperiodisasikan sebagaiberikut:3pertama, antara tahun 1969-1979, hampir 50% dari keseluruhan pekerja migranIndonesia sudah pergi bekerja ke Eropa, terutama Belanda; kedua, antara tahun1979-1989, negara-negara Timur Tengh menjadi tujuan utama pekerja migranIndonesia, terutama bagi pekerja migran Indonesia yang bekerja di sektordomestic sebagai PLRT, dan; ketiga, mulai tahun 1989 hingga sekarang,negara-negara tetangga di Asia Tenggara yaitu Malaysia dan Singapura menjaditujuan penempatan yang utama, perubahan tren negara-negara tujuan penempatandisebabkan oleh kemajuan ekonomi dan luasnya sektor lapangan kerja yang dapatdimasuki oleh pekerja migran Indonesia di negara tujuan tersebut.

Daritahun ke tahun, jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negerisemakin meningkat. Besarnya minat masyarakat yang ingin bekerja di luar negerimempunyai sisi positif yaitu mengatasi sebagian masalah pengangguran di dalamnegeri. Dengan banyaknya pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri inimenjadi salah satu sumber devisa yang potensial bagi pertumbuhan perekonomianIndonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia yang diperoleh dari Puslitfo (PusatPenelitian, Pengembangan dan Informasi) BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan danPerlindungan Tenaga Kerja Indonesia), sepanjang periode Januari – Juni 2016jumlah remitansi tenaga kerja Indonesia yang masuk dan beredar di Indonesiamencapai Rp. 62 Triliun.4Pada periode yang sama di tahun 2017, BNP2TKI mencatat ada sebanyak Rp. 57,6triliun kiriman uang (remitansi) TKI yang masuk.

Jumlah ini mengalami penurunansebesar Rp. 4,4 triliun dibanding dengan tahun sebelumnya. Penurunan initerjadi antara lain disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang memprioritaskanpenempatan TKI formal, jumlah penempatan TKI ke luar negeri yang mengalamipenurunan pada periode yang sama antara 2016 dan 2017, dampak nyata darikebijakan penghentian sementara penempatan TKI informal ke negara kawasan TimurTengah, maupun faktor terbatasnya peluang kerja bagi tenaga kerja asing dibeberapa negara penempatan TKI karena keadaan ekonomi yang fluktuatif.5Bedasarkandata dari Bank Indonesia, sampai tahun 2015 jumlah tenaga kerja Indonesia yangberada di luar negeri mencapai 3.868.000 jiwa yang tersebar di berbagai negara.

Kawasan Asia Tenggara menempati posisi pertama penerima tenaga kerja Indonesiaterbanyak dengan 2.038.000 jiwa, kemudian Timur Tengah sebanyak 1.183.000 jiwadan kawasan Asia selain Asia Tenggara sebanyak 411.000 jiwa.

Sedangkan negarapenerima tenaga kerja Indonesia terbanyak adalah Malaysia (1.881.000 jiwa),Arab Saudi (992.000 jiwa), dan Taiwan (182.

000 jiwa).6Indonesiamerupakan salah satu negara yang mengirimkan tenaga  kerjanya ke luar negeri dalam jumlah yangbesar setiap tahunnnya Sepanjang periode Januari – Agustus 2017, sebanyak148.285 orang TKI ditempatkan ke sejumlah negara. Para TKI prosedural tersebuttersebar di kawasan Asia Pasifik, Amerika, Timur Tengah dan Eropa.

Biladibandingkan dengan periode Agustus 2016, jumlah TKI yang diberangkatkanmengalami penurunan sebanyak 8.316 orang TKI. Pada periode Januari – Agustus2016 jumlahh TKI yang ditempatkan ke luar negeri sebanyak 156.601 orang. Daritotal 148.285 TKI yang sudah ditempatkan, jumlah TKI yang bekerja di bidangformal mencapai 83.

943 orang, sedangkan yang bekerja di bidang informalsebanyak 64.342. BNP2TKI juga mencatat negara-negara yang menjadi tempatpersebaran TKI di luar negeri. Tercatat 10 negara terbesar untuk penempatan TKIyaitu Malaysia sebanyak 60.624 orang, Taiwan 48.737 orang, Hong Kong 9.687orang, Singapura 11.175 orang, Arab Saudi 10.

006 orang, Brunei Darussalam 5.416orang, Korea Selatan 4.266 orang, Uni Emirat Arab 1.937 orang, Oman 718 orang,dan Qatar 794 orang.7 1 Tribunnews 2015. “Kepala BNP2TKIBeberkan Alasan WNI Cari Nafkah ke Luar Negeri”. http://www.tribunnews.

com/nasional/2015/03/08/kepala-bnp2tki-beberkan-alasan-wni-cari-nafkah-ke-luar-negeri.2 Undang-undang Republik IndonesiaNo 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia diLuar Negeri. Diakses melalui https://denpasarkota.

go.id/assets_subdomain/40/download/Undang-Undang%20No.%2039%20Tahun%202004%20Tentang%20TKI%20di%20Luar%20Negri_133841.PDF.

3Prijono Tjiptoherijanto, “InternationalMigration: Process, System and Policy Issues”, (Yogyakarta: PopulationStudies Center Gadjah Mada University, 2000), hlm. 694 BNP2TKI. “BNP2TKI: Remitensi TKIMencapai Rp 62 Triliun”. Diakses melalui http://www.

bnp2tki.go.id/read/11560/BNP2TKI:-Remitansi-TKI-Mencapai-Rp-62Triliun.Diakses pada 17 Oktober 20175 BNP2TKI. “Remitansi TKI Rp 57,6Triliun Selama Semester I 2017”. Diakses melalui http://www.bnp2tki.

go.id/read/12713/Remitansi-TKI-Rp-576-Triliun-Selama-Semester-I-2017.html, pada 20 Januari 20186 Bank Indonesia. “Jumlah TenagaKerja Indonesia (TKI) Menurut Negara Penempatan”. Diakses melalui http://www.bi.go.

id/seki/tabel/TABEL5_30.pdf.7 BNP2TKI. “148.

285 TKI ditempatkandi Luar Negeri”. Diakses melalui http://www.bnp2tki.go.id/read/12708/148.285-TKI-DITEMPATKAN-DI-LUAR-NEGERI, pada 20 Januari 2018.